"Cie yang akhirnya beneran jadi Zalardi." Pagi ini suasana hati Aska begitu cerah dibandingkan saat kemarin ia datang ke kampus, ejekan perempuan bersuara cempreng di sampingnya pun tidak membuat senyumnya surut. Ia justru terkekeh kecil. "Berisik Ca," kata Aska meski ia sama sekali tidak terlihat terganggu. Perempuan bernama Tasyana Jocelinda itu mengerutkan kening, ia sudah mengenal Aska sejak pertama masuk kuliah, tapi baru kali ini ia melihat laki-laki itu sebahagia ini. Caca jadi bertanya-tanya apa alasannya. "Lo hari ini lebih bahagia ya, karena sekarang udah jadi bagian keluarga Zalardi ya?" "Gue memang sejak awal udah jadi bagian keluarga ini, Ca." "Sombongnya." Tawa Aska terdengar lagi, seolah ingin menunjukkan pada seluruh dunia bahwa ia bahagia sekali. Pagi ini ia resmi m

