Secepat berita itu sampai, secepat itu juga Aska melompat dari sofa dan berlari keluar menuju parkiran. Ia tak menjawab pertanyaan apapun yang dilemparkan kedua orang lainnya. Ia kemudikan mobilnya seolah dunia akan kiamat sebentar lagi, tidak ada lagi kepedulian bahwa ia bisa menabrak dalam perjalanannya. Aska ingin segera sampai di rumah sakit. Kaki Aska berlari cepat menelurusi lorong rumah sakit, ia menatap lurus pintu ruang UGD di mana di sana ada Oma dan dua orang berpakaian hitam yang berdiri, juga seorang polisi dan seorang berpakaian rapi. Mata Saphira menangkapnya begitu ia sudah hampir sampai di sana, mata itu menatapnya dengan kekecewaan dan amarah luar biasa. "Nyonya-" Plak... Tamparan keras mendarat di pipinya, Aska tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengepal tangannya

