"Langsung pulang aja?" tanya Rama saat mobilnya keluar dari pintu gerbang Mansion mewah itu. Sebenarnya Saphira melarang mereka pulang karena sudah malam, tapi Magi dengan keras kepala menolak. Ia terus mendebat Saphira sampai Omanya itu menyerah, lalu membiarkannya pulang sambil menggendong Moci. "Emang mau kemana lagi?" kata Magi sambil menoleh melihat kandang kucing di jok belakang. "Beli cemilan bentar di Minimarket, mau?" "Tapi lo yang bayar?" "Iya." "Kok tumben baik?" Rama tersenyum kecut, bisa-bisanya Magi bilang tumben padahal selama ini yang membayar semuanya adalah Rama. Kadang Rama merasa Magi benar-benar tidak tahu diri, tapi Rama tidak mau memancing pertengkaran sekarang. Ia menekan klakson pada mobil di depannya. "Sayang gak perlu pakai 'tumben', lo habisin duit gue

