23. Pulang

1229 Kata

Mas Graha terus menggengam tanganku semenjak check out dari hotel tadi. Dia hanya sekali melepaskan tanganku saat masuk ke taksi. Aku tersenyum sendiri membayangkan kami seperti pasangan yang baru pulang dari bulan madu. Benar-benar khayalan yang membuatku malu sendiri. Hari ini akhirnya aku menyudahi semua hal bodoh yang pernah aku lakukan dan tentu saja kembali membuka hatiku buat Mas Graha. Aku tidak mau lagi membayangkan kedatanganku seminggu yang lalu ke kota ini, saat itu aku benar-benar putus asa dan frustrasi. "Kok melamun terus?" Tangan itu kemudian menyentuh kepalaku dan mengelus rambutku pelan. "Jangan bilang kalau masih ngantuk," lanjutnya. Aku menggeleng sambil tersenyum dan kemudian menyandarkan kepalaku di bahunya. Semalam aku dan Mas Graha memang tidak kemana-mana, hany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN