bc

KANDAS

book_age16+
82
IKUTI
1K
BACA
family
friends to lovers
like
intro-logo
Uraian

Vellania Putri Wilson, wanita itu memutuskan untuk menikah tepat setelah dia lulus SMK dengan seorang pria yang sangat dicintainya.

Pernikahan mereka berjalan dengan lancar dan harmonis. Apalagi dengan kehadiran seorang putri yang sangat menggemaskan membuat wanita itu merasa hidupnya telah sempurna.

Namun, siapa sangka ternyata dibalik semua kesempurnaan yang dirasakannya, sang suami telah menyimpan sebuah rahasia besar yang akan mempertaruhkan kehidupan pernikahan mereka. Dan dari sanalah kehidupan rumah tangga Vella di uji.

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Keluarga kecilku
"Nara Sayang, ayo sarapan dulu!" teriak seorang wanita dari arah dapurnya sembari tangannya yang sibuk meletakkan piring lauk di atas meja makan. Juga dengan mulutnya yang terus mengoceh karena sang suami terus bertanya padanya di mana letak barang-barangnya. "Vell, jam tangan aku di mana sih?" "Itu loh, ada di laci nakas." "Mamah, Nara udah siap nih, yuk berangkat!" ucap seorang bocah cilik berumur 7 tahun yang tengah menuruni anak tangga sembari merapikan poninya yang sedikit berantakan. Sementara Vella yang mendengar suara putrinya yang sudah turun langsung membalikkan badannya lalu menghampiri Nara dengan senyuman hangat yang terpatri di wajah cantiknya. "Aduh, putri mamah cantik banget sih," ucapnya gemas seraya mencubit pipi gembul Nara. Sedangkan Nara yang sudah terbiasa dengan kebiasaan mamahnya hanya mengerucutkan bibirnya lucu. "Ih Mamah, kebiasaan deh suka nyubit pipi aku," balasnya merajuk. "Abis gembul sih," jawab Vella terkekeh saat Nara dengan cepat menutupi pipinya tepat di saat dirinya akan kembali mencubitnya. "Pah, Mamah nih nakal nyubit-nyubit pipi aku," adu Nara pada papahnya yang kebetulan datang menghampiri mereka. "Kasian banget sih, Princess Papah di cubit, mana coba sini Papah liat dulu pipinya," balas El, lalu berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Nara. "Ah, masih gembul kok, gak kempes ini." "Ihh ... Papah ...," rengek Nara semakin merajuk. Wajah putihnya kini sudah berubah menjadi merah menandakan bocah itu sedang kesal. Di sisi lain, Vella dan El sudah tertawa puas karena telah berhasil membuat putrinya kesal. Bagi mereka wajah Nara saat kesal sangatlah lucu. "Iya-iya maafin Papah sama Mamah ya, ya udah sini," ujar El sembari merentangkan kedua tangannya lalu dengan cepat Nara menghambur ke dalam pelukannya. Dikecupnya kening Nara dengan sayang lalu menggendongnya untuk menyusul Vella yang sebelumnya sudah terlebih dahulu pergi ke dapur. "Hmm ... wanginya sudah enak aja nih," puji El saat mencium bau harum yang berasal dari masakan istrinya. "Iya dong," balas Vella lalu menarik kursi untuk suaminya dan menyiapkan piring serta lauknya. Tak lupa juga ia menyiapkan untuk putrinya. "Nara hari ini mau duduk deket Papah!" seru Nara sumringah. "Siap, Princess!" balas El seraya menurunkan Nara, dengan cepat bocah itu duduk tepat di samping kursi papahnya. Sementara itu Vella yang melihat interaksi suami dan putrinya hanya menggelengkan kepalanya seraya tertawa kecil. *** "Sayang, aku berangkat kerja dulu ya," ujar El seraya mengusap kepala Vella sayang. "Iya, kamu hati-hati ya di jalannya, gak usah ngebut masih pagi ini kok," balas Vella yang memberikan sedikit nasihat pada suaminya, lalu memejamkan matanya saat El mencium keningnya lembut. "Ya sudah, semangat kerjanya ya, harus fokus! Jangan mikirin aku mulu," ledek El dengan senyuman tengilnya. Vella yang mendapatkan ledekan dari suaminya itu sudah mendelik lalu memukul tangan El kesal. "Dih, apa sih pede banget kamu, ya udah sana nanti keburu macet loh," balasnya. "Gak pa-pa, 'kan aku bosnya." "Justru karena kamu itu bos, harusnya dateng tepat waktu biar jadi contoh buat karyawan-karyawan kamu." "Iya deh iya ...." "Ah Mamah sama Papah pamitannya lama," celetuk Nara sembari melipat kedua tangannya di depan d**a. "Eh, ada yang iri deh kayaknya," ujar El menolehkan kepalanya seraya terkekeh. "Papah sih pamitannya lama banget, aku 'kan udah pegel," balas Nara mengerucutkan bibirnya lucu. "Ya sudah, Papah berangkat kerja dulu ya, Nara belajarnya yang pinter, jangan nakal, oke?" ucap El seraya mencubit pelan hidung Nara. "Siap, Bos!" balas Nara semangat sembari mengangkat tangannya bersikap hormat. Setelahnya pria itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan pelataran rumah setelah sebelumnya mencium kening istri dan putrinya. "Yuk, Mah!" ajak Nara sembari menggandeng tangan Vella. "Let's go!" *** "Woi Vell, rajin amat kamu jam segini masih kerja aja," celetuk Rere teman kerja Vella, ketika melihat wanita itu yang masih berkutat dengan laptopnya. "Istirahat dulu lah, ini waktunya istirahat loh," tegurnya mengingatkan. "Iya Re nanti dulu, nanggung dikit lagi abis ini mau jemput Nara soalnya," balas Vella tanpa mengalihkan pandangannya. Jarinya yang lentik sangat lincah menari di atas keyboard. Sementara itu Rere yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir. "Vell, emang kamu gak capek apa jadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir?" tanyanya penasaran. "Kenapa? Kamu juga mau jadi IRT merangkap sebagai wanita karir?" balas Vella terkekeh. Tak terlalu menanggapi dengan serius pertanyaan yang kerap sekali dia dapatkan itu. "Hah? Aduh enggak dulu deh, makasih," jawab Rere tersenyum paksa. Sedangkan Vella hanya mendengus geli lalu semakin mempercepat gerakan tangannya agar pekerjaannya bisa cepat selesai setelah melihat jam yang melingkar indah di tangannya. "Tapi aku salut sih sama kamu Vell, hebat, semangat Vella!" ucap Rere sembari mengangkat tangannya. Sebelum menjawab, Vella menutup laptopnya terlebih dahulu lalu menolehkan kepalanya. "Apa sih Re, kalo kita jalaninnya dengan enjoy capeknya gak kerasa kok," balasnya sembari tersenyum kalem. "Iya juga sih," jawab Rere menganggukkan kepalanya merasa setuju dengan yang diucapkan Vella barusan. "Ya udah aku pergi dulu ya kasian Nara pasti udah nungguin," pamit Vella seraya beranjak dari duduknya. "Eh, emang udah ijin Pak Bos?" "Heem, ya sudah ya aku pergi dulu, bye Re." Rere hanya mengangkat jempolnya sebagai jawaban, lalu setelahnya Vella segera meninggalkan tempat kerjanya untuk menjemput Nara di sekolah. Vellania Putri Wilson, di usianya yang kini masih 27 tahun wanita itu sudah menjadi seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai wanita karir yang bekerja sebagai staf keuangan di Will Corporation. Salah satu perusahaan terbesar di wilayahnya yang bergerak dalam bidang pembuatan game. Vella juga tengah melanjutkan studinya yang dulu sempat tertunda karena harus mengurus putrinya yang masih kecil. Wanita itu memang memutuskan untuk menikah muda tepat setelah dia lulus SMK. Oleh karena itu, awalnya banyak orang yang membincangkannya atas pernikahan di usia mudanya yang menuai banyak hujatan. Namun, itu tidak membuat Vella merasa sedih atau pun menyesal sedikit pun dengan semua keputusan yang telah diambilnya. Baginya, biarlah orang berkata apapun tentangnya, yang terpenting dia menikah di usia muda murni karena dia dan suaminya yang saling mencintai dan ingin menghindari dari hal-hal yang tidak senonoh. Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat pun akhirnya bisa menerima pernikahan mereka dan tidak pernah menggunjingnya lagi. Hingga kini hadirnya Nara dalam kehidupan Vella membuat hidupnya terasa sangat sempurna meskipun hidup tanpa kedua orangtuanya. Saat ini bagi Vella, suami dan putrinya adalah harta paling berharga untuknya dan sumber utama untuk kebahagiaannya, dan sebisa mungkin dia akan terus menjaga keluarga kecilnya agar tetap utuh dan menjadi keluarga yang harmonis. *** Ketika tiba di sekolah Nara, Vella langsung turun dari taksi dan berjalan dengan tergesa-gesa sembari sesekali melihat jam di tangannya. Gara-gara kejadian kecelakaan lalu lintas tadi, jalanan menjadi macet. Oleh sebab itu, dia menjadi sangat telat untuk menjemput Nara. Biasanya dia akan membawa kendaraan pribadi, tapi karena mobilnya yang sedang di service, alhasil hari ini dia berangkat beraktivitas dengan menggunakan kendaraan umum. Dengan wajahnya yang penuh kecemasan, Vella berlari dan menghampiri seorang satpam yang akan menutup gerbang sekolah. "Permisi Pak, maaf, Bapak liat anak saya Nara, tidak?" tanya Vella yang tak bisa menyembunyikan raut wajah paniknya. "Oh Dek Nara, baru saja Bu saya lihat sudah naik mobil, saya pikir sama Ibu, karena saya tadi hanya lihat belakangnya saja Bu," jelas satpam itu. Mendengar itu jantung Vella semakin berdebar kencang, panik, takut, cemas, semua menjadi satu. Sialnya, kenapa di saat seperti ini malah pikiran-pikiran buruk yang terus bermunculan di dalam pikirannya. Setelah mengucapkan terimakasih, Vella kembali berlari untuk mencari Nara, berharap dia masih bisa melihat mobil yang membawa putrinya. Tapi nihil, sekolahan itu sudah sangat sepi. "Nara ... kamu di mana, Nak ...," lirih Vella panik dengan suaranya yang bergetar. Tangannya pun sudah berkeringat dingin. Vella terus berlari dan mencari Nara, saat ini pikirannya tidak bisa berpikir dengan jernih. Sepanjang berlari, wanita itu terus menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu. Dia terus berdo'a agar Nara putrinya tetap baik-baik saja di manapun dia berada, dan berharap dia bisa segera menemukan Nara. Lelah karena terus berlari, akhirnya Vella berjongkok seraya menelungkupkan kepalanya dengan tangisnya yang semakin deras. Rasanya lututnya sudah benar-benar terasa sangat lemas, hanya sekedar untuk menopang tubuhnya saja rasanya Vella sudah tidak kuat. Dia takut. Takut jika dia tidak bisa melihat Nara lagi. Baru saja Vella akan mengambil ponselnya untuk menghubungi El, sebuah teriakan dari belakangnya membuat gerakannya terhenti. "MAMAH!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Troublemaker Secret Agent

read
59.1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook