Cinta Senaif Itu

1085 Kata

"Ayah sudah mendaftarkan kamu di sini." Datuk Sinai meletakkan berkas pendaftaran sekolah kesehatan di hadapan Farida. Lelaki tersebut telah mengambil langkah agar sang putri kembali melanjutkan pendidikan di sekolah kesehatan swasta tertua di Sumatera Barat. Dia ingin mewujudkan cita-cita putrinya bekerja di bidang kesehatan. "Nak, kamu senang, kan?" Fatma mengusap punggung Farida dengan lembut. Farida tak mampu menjawab. Lidahnya kelu untuk berkata-kata karena terimpit rasa bahagia yang bergulung-gulung di d**a. Mata si perempuan memanas melihat upaya sang ayah untuk mengubah takdirnya. Dia tak mengira, dalam sikap acuh lelaki cinta pertamanya itu diam-diam memikirkan masa depannya. "Ayah ...." Suara Farida terdengar serak, dia gagal menahan linangan air mata yang berderai di pipi. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN