Baru saja sampai di kampus dan melewati koridor menuju kelasnya, Rania sudah merasakan perasaan yang tak mengenakkan. Tatapan para mahasiswa terfokus padanya. Mereka menatap aneh, tapi Rania yang teringat masalah foto yang tersebar di grup w******p itu, segera paham dan membuang nafasnya kasar. "Bisa kamu jelaskan apa yang di grup w******p itu, Ran?!" Melati menghampiri dan langsung menarik tangannya ke suatu tempat yang sepi dan aman dari mahasiswa yang mungkin usil atau kepo dengan urusan orang lain. "Itu memang kamu kan?" tanya Melati dengan nada kecewa. "Jangan bohong Ran, aku tahu itu memang kamu. Walaupun diambil dari samping dan juga jarak jauh, aku yakin itu kamu Ran!" lanjutnya menuntut. Rania menganggukkan kepalanya ragu. "Ak-aku tak bermaksud membohongi kamu, Mel. Tap-tapi su

