Rania terpukul dengan apa yang sudah terjadi padanya. Hari yang buruk, tatapan sinis dan juga ucapan Regan yang merendahkannya. Nafasnya jadi tak beraturan dan juga kepalanya terasa berdenyut nyeri. Sore itu ketika mata kuliahnya selesai, Rania buru-buru pulang dan langsung masuk ke kamarnya. Akan tetapi Viona yang ternyata diam-diam mengikutinya, tak membiarkan Rania begitu saja. Gadis itu seolah tak puas jika tak menciptakan masalah untuk kakak iparnya. "Cih. Sudah menikah, tapi masih saja nggak tahu jam pulang. Habis ini juga pasti mau rebahan tanpa memperhatikan suami. Dasar istri tak berguna, betapa kasihannya Mas Arga mempunyai istri seperti kamu!" ujar Viona mencaci. Rania menghela nafas, ucapan Viona semakin membuatnya pusing saja. " Viona tolong, untuk hari ini aku tidak mau be

