37. Rania Kabur

1047 Kata

Rania mendesah kasar, untuk pertama kalinya air matanya begitu mudahnya turun setelah sekian lama, dan setelah hari pernikahannya waktu itu. Saat ini Arga memang sudah melepaskannya, tapi setelah menghina dan memperlakukannya dengan rendah. Dia seorang istri, tapi sepertinya hari ini dia menyadari sesuatu hal yang lain. Kalau suaminya tak pernah menganggapnya demikian, pria itu bahkan masih lebih memperhatikan adiknya. Bukan karena ingin hubungan persaudaraan mereka rusak, tapi seharusnya Arga melihat bagaimana kebenarannya. Atau setidaknya tidak begitu mudahnya menyalahkan Rania, lalu memperlakukannya dengan tidak adil. "Jangan menangis, aku hanya ingin kamu menyadari kesalahan mu, Ran. Maaf sudah menampar pipimu," jelas Arga dan sekarang ini dia seperti tak melakukan dosa, memeluk Ran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN