Rania mendesah kasar duduk di halte dalam keadaan yang kebingungan dan juga stress. Baru saja dia ditipu oleh kenalannya. Teman SMP-nya dulu yang katanya menyediakan rumah kontrakan. Rania juga sebetulnya yang bodoh, cuma karena iming-iming mereka kenal dia mau saja termakan ucapan manis temannya itu. Kontrakan murah, tapi harus dibayar awal karena si temannya itu sedang butuh obat untuk berobat ibunya yang sakit. Rania menurut saja karena dia rasa itu cukup masuk akal. Dia bahkan dengan baik hati sengaja melebihkan untuk menunjukkan simpatinya. Akan tetapi setelah uang diterima penuh untuk pembayaran beberapa bulan ke depan. Sore itu temannya hilang, dan kontaknya mendadak tak bisa dihubungi. Akun media sosial yang awalnya menjadi media komunikasi bahkan sepertinya Rania diblokir akun t

