Rania tiba di kampus tepat waktu berkat berangkat bersama Arga. Seperti biasa dia mengendap-endap keluar dari mobil suaminya. Arga masih heran, tapi tak terlalu memusingkannya. Dia membiarkan Rania begitu saja. Sesampainya di kelas Rania duduk di sebelah Melati dan berbincang sebelum dosen tiba. "Kamu kemana semalam, Pak Arga nyariin kamu," ujar Melati membuka percakapan. "Tidak kemana-mana, aku hanya pergi untuk menenangkan diri," jelas Rania jujur. Kali ini dia tak menyembunyikan apapun lagi dari Melati, takut orang yang dia rasa satu-satunya yang perduli pergi. "Kalian bertengkar?" tanya Melati. Rania tak menjawab, tapi dari gestur tubuhnya semua menjelaskan segalanya dan Melati paham meskipun tidak diceritakan. "Ada yang bisa aku lakukan untukmu?" tanyanya kemudian mengalihkan pemb

