25

1031 Kata
Dahulu kala, ratusan tahun silam, lahirlah seorang penyihir wanita yang telah diramalkan oleh buku-buku sihir kuno. Penyihir wanita itu adalah penyihir yang akan bisa mengubah dunia dengan ramalannya. Semua yang dia katakan selalu berakhir dengan kebenaran. Dan, penyihir wanita itu dikenal dengan nama Tita. Tita dibesarkan di tempat perkumpulan yang dinamakan para Saudari. Semua penyihir yang ada disana adalah wanita dan semuanya sangat berbakat. Mereka melindungi dan membesarkan Tita dengan penuh kasih sayang. Mereka juga menjauhkannya dari marabahaya. Jadi, memang semenjak dahulu perkumpulan penyihir wanita ini memang sudah ada. Mereka dibentuk untuk saling membantu dan melindungi generasi penyihir di masa depan. Tita, contohnya. Dia bisa meramalkan kejadian ratusan tahun ke depan, ataupun melihat ke masa lalu. Dia sangat-sangat hebat sehingga sebagian orang menganggapnya berbahaya. Iya, itulah awal mula dirinya menjadi incaran dari kelompok penyihir. Para kelompok ini terdiri dari manusia terpilih yang telah diberikan oleh kekuatan oleh Malaikat. Mereka disebut pemburu bayangan yang menargetkan iblis dan penyihir berbahaya sebagai musuh utama. Setelah tahu bahwa Tita memiliki kekuatan tidak wajar dan bisa menciptakan ketidakseimbangan dunia, kelompok ini mulai bergerak. Mereka mencari tahu tentang penyihir itu, tapi usaha mereka dalam menangkapnya hidup-hidup selalu gagal. Semua itu berkat ramalan yang dilakukan oleh Tita sendiri. Para tetuah di kelompok pemburu itu pun mengubah rencana. Mereka kemudian melibatkan manusia lain dalam persoalan ini. Terjadilah kasus wabah penyakit dan kejadian kematian anak-anak di Salem yang menyebabkan para Saudari menjadi korban. Selain itu, Tita juga diadili oleh manusia. Akan tetapi dia berhasil bebas, dan keberadaannya menjadi misterius. Sial baginya, para manusia yang terlanjur mengenalinya sebagai penyihir berusaha memburunya mati-matian, ingin membakarnya hidup-hidup. Tita melarikan diri dari kota ke kota lain. Sayangnya, setiap kota yang dia tinggali, selalu saja ada kelompok manusia yang mengejarnya. Belum lagi, saat dia berada di tengah hutan, tetap saja dia diburu oleh masyarakat. Semua itu karena para pemburu penyihir yang membakar emosi para warga dan menciptakan wabah penyakit palsu. Tita kembali berlari kemanapun. Ramalannya selalu berakhir dengan hal yang sama yaitu kematian dirinya di tiang kayu. Para Saudari berusaha menyelamatkannya, tapi selalu gagal. Alhasil, dia mulai menyerah setelah mendapatkan ramalan bahwa dirinya akan mendapatkan hidup yang lebih baik setelah reinkarnasi sebagai manusia yang baru. Dia masih melarikan diri dari orang-orang, tapi akhirnya menyerah juga saat diikat di tiang dan dibakar hidup-hidup. Para kelompok pemburu penyihir juga sengaja memberikan jimat anti kebangkitan di tubuh Tita, serta ritual lain yang intinya agar wanita penyihir itu tidak akan pernah hadir di dunia kembali. Namun, mereka tidak mengetahui bahwa Tita memang bukanlah penyihir biasa. Dia penyihir hebat yang akan selalu bereinkarnasi sekalipun terdapat jimat-jimat kuat dalam tubuhnya. Dia tetap tewas dan ratusan tahun berlalu, akhirnya dia bereinkarnasi menjadi sosok gadis yang baru yaitu Laura. Laura tidak mengetahui apapun. Akan tetapi, sejak kecil dia memang memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain yaitu bisa melihat hal-hal supernatural. Bahkan, puncaknya dia bisa melihat aksi Demigod melawan Minotaur di samping rumahnya. Hal itu sangat mustahil dilakukan sekalipun oleh para pemburu penyihir. Karena itulah, Erlend sangat yakin bahwa gadis itu “istimewa”. Lalu, semua terungkap sekarang— apa yang menjadi pertanyaannya sebagian telah terjawab. Laura memang bukan manusia biasa ataupun penyihir biasa. Iya, dia adalah reinkarnasi dari penyihir hebat di masa lalu yaitu Tita. . . . Laura saat ini masih berada dalam tidurnya. Ketika dia sadar, dia ternyata hanya dalam sebuah dunia mana. Akan tetapi yang pasti dia berada dalam kegelapan dan dimana-mana terdapat rekaman ingatan kebersamaannya dengan Erlend. Semenjak beberapa hari terakhir, Erlend sudah baik sekali padanya, perhatian dan sangat lucu. Dia tersenyum sendiri saat mengamati semua ingatannya sendiri itu. Iya, dari mulai Erlend yang menyiapkan makanan gosong hingga Erlend yang masuk ke dapur melalui jendela sehingga membuatnya takut setengah mati. Kenangan semacam ini tidak bisa dia lupakan sampai kapanpun. Dia teringat kalau sudah dibawa pergi oleh orang asing. Dia ingin menolak, tapi tidak bisa. Sekarang dia tidak tahu apa yang terjadi padanya. Satu-satunya yang dia harapkan adalah Erlend menolongnya dan membangunkannya dalam dunia ini. Dia tidak ingin hanya mengamati rekaman ingatan tentang Erlend, dia ingin bertemu dengannya kembali. Awal pertemuannya dengan Erlend adalah hal yang paling buruk baginya. Dahulu, dia merasa kalau itu adalah hal sialnya, apalagi Erlend berbuat membunuhnya. Akan tetapi lambat laun, dia menyadari bahwa sesungguhnya Erlend tidak sekejam apa yang dia katakan. Memang, dahulu pemuda itu amat kasar dalam memperlakukan seseorang, kepada seorang gadis sekalipun. Namun, sekarang terbukti bahwa Erlend sebenarnya perhatian, hanya saja agak enggan untuk menunjukkan bahwa dia peduli. Erlend. Erlend. Erlend Hadeson. Untuk sesaat, hanya nama itu yang terukir di hati Laura. Nama pemuda yang mulai mencuri hatinya. Nama pemuda yang telah merebut ciuman pertamanya. Dia memang agak benci karena dicium karena untuk mencari tahu sebuah rahasia, tapi mulai paham kalau mungkin Erlend adalah orang yang kaku dan tidak mengerti apapun tentang hubungan. Laura tersenyum miris. Dia khawatir jika seandainya selamanya perasaannya akan bertepuk sebelah tangan. Dia khawatir akan hal itu karena sosok Erlend yang sepertinya bukan orang yang peka atas perasaan. Perasaan cinta yang terlanjur tumbuh ini, akankah bisa tersalur pada diri Erlend? Dia sungguh berharap, Erlend tetap bersikap manis padanya. Ada firasat kalau sebenarnya pemuda itu juga sudah menaruh rasa kepada dirinya. Hanya saja, mungkin memang butuh waktu. Dalam benak Laura, dia tertantang untuk meluluhkan hati seorang Demigod berhati keras tersebut. Dia tersenyum kembali, dan berharap bisa terbebas dari sini, dan kembali bersama Erlend. Akan tetapi, sebagian hatinya masih bimbang. Bagaimana jika Erlend tidak datang dan menyelamatkannya? Dia bahkan tidak tahu alasannya diculik, dan bahkan tidak mengenal Tita. Dia ingin tahu siapa Tita itu. Nama Tita sudah disebut oleh reaper dan Erlend, bahkan di surat Thanatos. Dia juga terpaksa merobek kertas itu karena takut Erlend menganggapnya pembohong. Padahal, dia juga tidak tahu siapa itu Tita? Dia menghela napas panjang, berharap segera bangun dan pergi dari ruang hampa yang hanya dipenuhi ingatan ini. Dia tidak tahan untuk segera kembali ke kediaman Hades, bertemu Erlend, dan mengakui segalanya. Dia harus mengakui kalau telah merobek kertas bertuliskan Tita waktu itu. Semua dilakukan karena dia takut kalau seandainya Erlend berbuat buruk padanya, mengatainya pembohong dan lain sebagainya. Tak disadari, jiwa Laura kembali lelah, dan dia tampak memejamkan mata sehingga semua ingatan yang terputar menjadi redup, dan ruang hampa ini menghitam seutuhnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN