Radit menghela napas ketika sadar ia sudah berada di tempat ini lagi lengkap dengan infus yang sudah tertancap di tangannya. Tadi selepas mengantar Rayyan sekolah lelaki itu mendapat serangan tak jauh dari lokasi sekolah putranya. Utunglah dirinya sempat menghubungi seseorang sebelum kesadarannya benar-benar terenggut. "Udah sadar?" "Menurutmu?" "Besok-besok aku gak mau direpotin lagi. Kalau udah ngerasa sakit langsung ke rumah sakit, jangan nunggu drop kayak tadi." "Gimana lagi, cuma kamu yang bisa aku mintai tolong." Perempuan itu mendengus sebal. "Udah dituduh pelakor, direpotin pula. Citra aku jadi gak sesuci namaku. Untung teman." Radit terkekeh mendengar celotehan Suci. Ya, perempuan itu memang menjadi tersangka utama atas hancurnya hubungan Radit dan Amanda. Suci tidak benar-b

