Amanda berjalan tergesa memasuki area rumah sakit. Baru saja ia dikabari kalau putra sahabat dekatnya baru saja masuk rumah sakit karena kecelakaan tunggal. Kondisinya tidak begitu parah, hanya memar pada dahi serta luka-luka ringan pada lengan dan kaki. Namun karena terjadi benturan kepala, tetap butuh observasi lebih lanjut untuk memastikan kondisinya--takut jika ada cedera serius. "Iya, Can. Sebentar lagi aku sampai. Nanti aku kabarin lagi kalau udah naik ke lantai dua." Setelah orang di seberang telepon sana memutuskan sambungannya, Amanda memasukan kembali ponsel tersebut ke dalam tas. Kaki jenjangnya melangkah menyusuri lorong rumah sakit yang sudah terlihat ramai dengan keluarga pasien yang hilir mudik. Hingga kemudian ia berpapasan dengan seorang perempuan yang baru saja keluar d

