Kelopak mata Amanda melebar melihat Suci kini bersimpuh di hadapannya. Perempuan itu tak mengizinkannya pergi tadi. Bahkan, ketika tengah sibuk mengurusi Radit. Amanda ingin tetap pergi. Namun, hati kecilnya meminta untuk tetap tinggal. Dan lihat ... apa yang dilakukan Suci saat ini benar-benar membuatnya terkejut. "Maaf." Amanda diam. Ingin sekali dengan angkuh dia berkata kalau tak ada kata maaf untuk perempuan perebut suami orang seperti Suci. Sayangnya semua itu tak bisa ia katakan. "Maaf karena aku sudah dengan bodoh menuruti permintaan Radit," kata Suci lagi dengan suara yang begitu lirih. "Suci!" sentak Radit. Suci berbalik. Dihujamkannya tatapan tajam pada lelaki yang kini terbaring di ranjangnya. "Apa? Aku gak mau diam lagi. Kamu butuh keluarga kamu, Radit!" Radit mengerang

