Ibel mematung melihat siapa yang saat ini berdiri di depan pintu rumahnya. Radit——papanya. Tapi ... mengapa kedatangannya bisa bersamaan dengan sang mama? Bagaimana kalau setelah ini mereka akan bertengkar kembali? Padahal kondisi Rayyan sedang tidak cukup baik untuk mendengar itu semua. "Pa ... Papa." Radit menyipitkan mata. "Kamu kenapa kayak kaget gitu?" "Papa kok ke sini malam-malam?" tanya Ibel, "tumben," katanya lagi dengan nada yang lebih lirih. Radit tersenyum. "Adik kamu minta Papa ke sini, jadi Papa turuti. Lagi pula hari ini Papa tidak ada kegiatan apa pun." Gantian Ibel yang terlihat keheranan. Setahu Ibel papanya sangat sibuk, dan baru saja lelaki itu mengatakan kalau tidak ada kegiatan apa pun hari ini. "Papa gak pa-pa?" tanya Ibel penuh selidik.

