Part 22

1051 Kata

Radit tersenyum tipis melihat putranya begitu bahagia tidur bersama Amanda. Ia sendiri memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di sofa. Rasa pening di kepalanya tak juga hilang sekalipun Radit sudah beristirahat cukup lama di sini. Amanda tak henti mengusap lembut punggung putra kesayangannya yang kini mulai terlelap, tetapi tanpa sadar matanya sedari tadi justru melihat ke arah lain--Radit. Mantan suaminya itu juga seperti sudah terlelap di sofa. Pasti tidak nyaman tidur di sana. Dulu pun ketika Radit masih berstatus sebagai suaminya lelaki itu kerap mengeluh pegal-pegal jika tidur di sofa, atau tidak sengaja tertidur di ruang kerja. Kelopak mata perempuan itu refleks menutup ketika Radit tiba-tiba bangkit dari tidurnya kemudian berjalan cepat ke arah kamar mandi. Dengan jelas suara orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN