"Siapa kamu? Oh … kamu mau jadi pahlawan kesiangan ya? Cih!" Ayah Pendi berbalik badan menatap Glen dengan raut wajah benci juga jijik. Puas menatap Glen, Ayah Pendi beralih menatap anaknya yang sudah beberapa bulan dia cari. Bola matanya pun fokus dengan perut Gendis yang buncit. Takut terjadi apa-apa, Glen segera berdiri di depan Gendis tanpa melepaskan genggaman tangannya. Glen tahu jika Gendis sedang ketakutan dan berusaha menutupi tubuhnya dari calon ayah mertuanya tersebut. "Saya yang akan membiayai pengobatan Ibu. Anda tidak perlu khawatir, Ayah mertua." Ayah Pendi malah tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Glen yang memanggil dengan sebutan mertua. "Haha … jadi kamu laki-laki yang membawa dan menghasut anakku untuk pergi dari rumah? Kamu buat dia durhaka dengan orang tuany

