Dinda memasuki rumah dengan langkah ringan, wajahnya berseri dengan senyuman di wajahnya. Dia melangkah ke ruang keluarga, menghampiri mama. “Oh iya, Ma, ini daftar nama yang akan di undang di pernikahanku. Boleh tolong dicek, ya? Aku khawatir ada yang terlewat." Dinda membawa secarik kertas yang ditunjukkan pada mama. Mama cepat-cepat menuju wastafel untuk mencuci tangannya, lalu menyeka tangannya di kain serbet karena saat itu dia sedang makan cemilan. Mama mengambil daftar nama yang diberikan Dinda. Dia duduk di sofa, membuka daftar tersebut dengan cermat. Matanya terus bergerak dari atas nama satu ke nama lainnya, memeriksa dengan teliti. "Dinda, ini sudah lengkap. nggak ada yang terlewat," kata Mama setelah beberapa saat. "Oke, Ma. Terima kasih," ucap Dinda lega sambil mengambil

