“Din, taksi kita udah datang, ayo!” teriak Dina dengan sengaja meninggikan suaranya agar beberapa mahasiswa itu tahu, kalau Dinda mendengar percakapan mereka. Beberapa mahasiswa yang bergunjing langsung menoleh dan terlihat salah tingkah. Mereka merasa bersalah membicarakan Dinda. Dina dan Riana melangkah melewati beberapa mahasiswi dengan tatapan sinis, lalu masuk ke dalam taksi online yang mereka pesan. Namun, Dinda malah melempar senyum kepada beberapa mahasiswi yang tadi bergunjing tentangnya. “Ngapain sih, lo senyum sama mereka, Dinda. Mereka itu ngomongin kejelekan, lu!” protes Dina saat mereka sudah berada di dalam mobil. “Iya, usil banget sih mereka itu!” tambah Riana dengan ekspresi kesal. Dinda mengembangkan senyumannya. “Kak Arkhan bilang, kita nggak boleh membalas kejahata

