Malam itu, Dinda duduk di ruang tamu, tatapannya kosong menembus jendela yang memperlihatkan langit malam yang gelap. Suaranya hampir tersendat ketika dia mulai berbicara pada dirinya sendiri. "Dunia terasa begitu aneh, bukan? Aku bahagia bisa menikah dengan Kak Arkhan, tapi hatiku terasa berat membawa rahasia ini." Mama yang sedari tadi mencari Dinda memasuki kamar dengan wajah cemas. "Dinda, kenapa kamu tampak gelisah? Apa yang membebani pikiranmu?" Dinda tersentak menatap mamanya dengan tatapan penuh tanda tanya. "Mama, bukankah kita semestinya jujur pada keluarga kak Arkhan? Bukankah itu yang seharusnya kita lakukan?" Mama duduk di sebelah Dinda dan menggenggam tangannya dengan penuh kelembutan. "Kamu tahu, Sayang, kadang dalam hidup ini, kita harus melindungi orang-orang yang

