Bab 16. Sisi Rapuh Sena

1219 Kata

Sena langsung masuk ke kamar begitu sampai rumah. Dia terkejut saat melihat perubahan di sana. Di sudut ruangan yang sebelumnya dipakai untuk sofa sekarang jadi ada meja rias di sana. Jumlah lemari di kamarnya pun bertambah. Untung saja warnanya senada jadi tidak aneh saat dipandang. Pria bercambang itu menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Dia melihat sosok sang istri—yang baru mandi—keluar dari sana. Sepertinya gadis itu tidak sadar keberadaannya karena Kirana dengan santai mengenakan setelan piama batik dan handuk yang menutup kepalanya. “Sudah wudu sekalian?” Pertanyaan Sena sukses membuat Kirana terkejut. Gadis itu seketika menutup leher dengan merapatkan handuk seperti saat memakai hijab segiempat atau pasmina. “Mas Sena, sudah lama pulangnya?” Karena gugup Kirana tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN