Sampai penthouseku lagi deh, kita makan malam yang di siapkan bibi, lalu masuk kamar, mandi, bercinta satu ronde, lalu berniat tidur. Tapi tidurku di ganggu oleh dering hanphoneku. Aku mengambil handphoneku di nakas. "Siapa?" tanyamu dengan suara serak. "Gladis!!" kataku sebelum menjawab panggilan. Kamu kembali terpejam sambil memeluk tubuhku. "Jam berapa ini Dis??" tegurku. Gladis tertawa. "Ya maaf, dimana babang ganteng?" tanyanya di horn telepon. "Molorlah!, anjir!, laki lo masih puasa sampe ga ngejak elo enaena?" ledekku dengan mata setengah terpejam. Dia tertawa lagi. "Nih lagi gantiin Noah nete!!" "Yang...." suara Radit terdengar menegur. "Trus elo mau pamer?, gue juga lagi naina!" balasku. "Oya??, kok suara elo kaya lagi tidur, letoy lo ya kebanyakan?" ledeknya. Terdeng

