Ratu Kidul mulai merasa tidak nyaman dengan duduk di kursinya. Beberapa kali sudah dia menggganti posisi duduk. Seolah – olah ada sekumpulan paku di bawah pantatnya hingga dia harus menyesuaikan diri dengan keadaan itu. Amarah terlihat mulai membakar d**a sang Ratu. Selalu saja Maung berhasil mengendus rencananya. Dia tahu perbuatannya tidak bisa dibenarkan. Jelas, Maun akan mengoceh soal itu. Meskipun demikian, Kanjeng Ratu Kidul tetaplah seorang penguasa. Dia punya kendali atas segala yang ada di kerajaan itu. “Apa yang kamu katakan, Maung? Bagaimana mungkin aku berbohong soal kematian Yang Terpilih? Jelas – jelas berita kematiannya tayang di semua stasiun televisi,” elak Ratu Kidul. “Benarkah demikian? Lalu, siapa yang akan menggantikannya? Hamba dengar Putra menolak setiap wanita ya

