#34. Ancaman dari sang Harimau

1500 Kata

Maung mewujud di area dalam istana laut selatan. Saat pertama kali menginjak tempat itu, dia dikejutkan oleh penjagaan yang tampak kiat ketat. Penjaga terlihat hampir di setiap sisi dengan jarak berdekatan. Sikap mereka pun siaga, selayaknya prajurit yang hendak berperang. Situasi itu tak lantas membuatnya menaruh curiga. Dia berusaha mencerna dengan pandangan – pandangan positif. Sebagaimana yang dia lakukan setiap kali berhadapan dengan sesuatu yang belum bisa dijabarkan kebenarannya. Maung berjalan melewati mereka dengan santai. Satu – satunya tempat yang ingin dia tuju saat ini ialah balai agung. Tidak ada yang aneh dari tempat itu selain penjagaannya yang diperketat. “Paman Maung,” sapa Nyi Riya Kidul semringah. Maung menoleh wanita bergaun merah jambu itu, yang berdiri seraya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN