*** "Pedang yang telah lama hilang sejak runtuhnya Majapahit, muncul di hadapanku. Bagaimana bisa pedang itu ada di tangannya? Mungkinkah Kanjeng Ratu yang menyimpannya selama ini?" Narendra berjalan mondar-mandir di taman belakang, meninggalkan pesta, dan tarian pedang yang menyilaukan. Mata Kusuma begitu angkuh ketika memainkan senjata itu. Menghunjam, mengayun, berputar, dia tampak bersenang - senang dengannya. Perang tak lagi ada. Percuma juga gadis itu menyimpannya. Akankah status naga emas kini hanya sebagai mainan? Narendra tak habis pikir akan hal itu. Pusaka yang begitu dahsyat, yang pernah memukul mundur seorang patih ternama, Gadjah Mada, bisa takluk pada Kusuma. "Jelas dia bukan gadis biasa. Kusuma, aku semakin tergila - gila padamu," ucap Narendra pasti. Menatap langit tan

