Aku masih bergeming. Menatap ke arah luar jendela. Angga berdiri, kemudian berjalan menjauh. Tak lama dia kembali membawa piring yang berisi sarapan pagi yang tadi belum kusentuh. “Makanlah, Kia. Aku tahu, kamu enggak akan sudi menerima suapan dariku. Jadi, tolong, makanlah. Aku membawamu pergi bukan untuk membuatmu menyiksa diri. Tapi, maaf, mungkin kerupuknya sudah melampam.” Aku tetap bergeming, tidak berniat meraih apa yang dia sodorkan. Pria itu kemudian meletakkan piring di atas meja sebelah sofa. Dia beranjak, tetapi kemudian kembali lagi membawa paper bag besar. “Setelah itu, mandi. Semua keperluanmu sudah aku siapkan di sini.” Dia meletakkan paper bag tadi di tempat yang sama. “Aku bawa gadis kecilku main di luar dulu, kita langsung check out setelah kami balik,” ucapnya kemud

