Palsu?

1284 Kata

Sepanjang perjalanan tidak ada yang berniat membuka suara. Termasuk Mama dan Mas Aerul. Hanya beberapa kali kudengar dan harus menanggapi Kinan yang berceloteh. Mama ikut bersama kami, karena setelah sampai di luar, Angga tidak lagi terlihat. Sejujurnya, aku ingin bertanya banyak hal tentang pernikahan Angga pada Mama. Namun, kuurungkan karena suasananya sedang tidak memungkinkan. Lagi pula, aku takut bila Mas Aerul tidak menyukainya. Jadi, lupakan saja. Namun, tanpa kuduga Mama sendiri yang membuka cerita. “Sejak awal Mama sudah ragu. Keinginan untuk menikah dengan si Amanda itu bukan keinginannya sendiri.” Mama tiba-tiba bersuara. “Mama bisa lihat, waktu dia bawa Amanda ke rumah waktu itu. Sikap mereka yang bikin Mama ragu. Akhirnya benar, 'kan, apa yang Mama takutkan,” imbuh Mama lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN