Apa Ini Bukan Cinta?

1097 Kata

Mama sudah berada di teras saat kami sampai di sana. Menatap dengan cemas dan mungkin penuh tanda tanya. Namun, aku tidak ingin dulu bicara. Kalian tahu, aku tidak punya tempat lain untuk berlari. Mama menyodorkan segelas air putih yang ia dapat dari Angga setelah memintaku duduk. Aku mendongak menatap Angga. Sudah tidak ada Kinan dalam gendongannya. Bisa dipastikan dia sudah berada pada tempat yang tepat untuk terlelap. Mama sibuk bertanya tentang apa yang tengah terjadi sambil membelai kepalaku dalam sandarannya. Angga juga ikut duduk sedikit jauh dari kami–terlihat menungguku menjawab pertanyaan Mama. Namun, sekali lagi, aku sedang tidak ingin bicara apa pun saat ini. Hanya saja, mata seperti enggan untuk menghentikan gerimisnya. Rasa sesak di dalam sana juga seakan tidak kunjung mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN