Setelah melewati teras rumah yang cukup luas, akhirnya kami sampai di bagian dalam rumah dengan ruangan yang begitu luas dengan tatanan yang begitu apik dan mewah. Aku tidak begitu memperhatikan seisi ruangan karena lebih fokus mengikuti langkah Binar dan wanita tadi. Mereka terlihat berbincang sesuatu. Wanita di samping Binar membuka pintu sebuah ruangan. Binar masuk lebih dulu, sedangkan dia tetap berdiri memegang gagang pintu lalu menutup kembali setelah kami di dalam. Aku menyisir ruangan yang berukuran sekitar seratus atau sembilan puluh meter persegi itu. Menurutku ini adalah ruangan pribadi utama di rumah ini. Ah, bagaimana aku menyebutnya. Mungkin pemilik utama hunian mewah ini. Entahlah, mungkin itu bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah, janji Binar untuk membawaku mene

