“Kenapa lihatinnya gitu?” Dia tiba-tiba bertanya, sehingga membuatku tersadar dan mengedipkan mata. “Menurut kamu apa, Mas?” Aku balik bertanya. Dia diam sambil mengerutkan dahi. “Apa menurutmu aku keras kepala?” tanyaku pelan menatapnya. “Sangat,” jawabnya cepat, sambil mengulum senyum. Aku menunduk sesaat. “Aku egois?” “Kadang-kadang.” Dia menjawab lagi. Aku memilinkan jari-jari sendiri. Ada yang seakan mendesak di bagian dalam kelopak mata. Sesuatu yang menghangat, dana ingin menerobos masuk ke luar. “Aku enggak pantas buat kamu cintai?” Dia kini bergeming. “Enggak pantas mendapatkan balasan atas perasaanku?” Dia menaikkan sebelah alisnya. "Satu lagi," sambutnya kemudian. Aku tak berhenti menatapnya, menanti kalimat selanjutnya. "Kamu baperan parah," lanjutnya kemudian s

