Sensi

1019 Kata

Aku mengerutkan dahi. Apa yang ia maksud telur kotak? Dari mana mengenal jenis telur goreng seperti itu. Bukankah yang dia maksud telur goreng? "Telur kotak?" Aku bertanya lagi. "Iya, Nda. Telur kotak. Mirip sepong bob," jawabnya polos. Jawabannya semakin menambah lapisan pertanyaan di kepalaku. "Seperti apa?" "Seperti ... ini." Suara Mas Aerul mengejutkan kami. Dia meletakkan piring berisi telur yang berbeda di depan Kinan. Untuk membuatnya menyerupai kotak, dia memotong keempat sisinya, dan membiarkan kuningnya tetap di tengah. Aku tersenyum sambil menatap pada Kinan. Namun, senyum ini belum bisa menular padanya. Perlahan dia menggeleng. Refleks Aku dan Mas Aerul saling pandang. Teka-teki memenuhi isi kepala. Mas Aerul kini bergeming. Aku menangkap ada sesuatu di matanya. Sesuatu y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN