Di Luar Kebiasaan

1143 Kata

Hingga Jam sembilan, aku sengaja belum tidur karena menunggu Mas Aerul yang akan sampai di rumah malam ini. Usai menidurkan Kinan, aku beranjak ke dapur. Mengambil beberapa buah untuk mengisi perut yang terasa lapar. Anjuran dokter untuk diet karbohidrat terpaksa harus kuturuti karena ukuran bayi di dalam sudah cukup besar. Belakangan memang nafsu makan meningkat tajam. Melihatku doyan makan, Mas Aerul dengan senang hati membawakan makanan pesananku hampir setiap harinya. Bahkan rela meluangkan waktu untuk memasak demi membuatkan makanan yang diinginkan istrinya ini. Tidak salah jika berat badanku bertambah drastis di atas normal bulan ini. “Makan buah doang, emang kenyang?” Seseorang duduk di seberang meja makan menegurku. Aku sejenak berhenti mengupas mangga. Sedikit tersenyum tipis m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN