Saat kepulangan disambut orang yang kita cinta dan rindukan itulah hadiah penyambutan yang luar biasa. Tiga tahun, aku menahan rindu ini. Mendengar suaranya, menatap mata selalu datar, dan tentu lengkungan indah di bibir pinknya. Debar di d**a masih sama seperti dulu kala tanpa sengaja pandangan kami bertemu. Bodohnya basa-basiku menanyakan keberadaannya di rumah kami. Tentu saja untuk menyambut kepulanganku. Tunggu dulu, bagaimana dia tahu aku akan pulang ke Jakarta hari ini? Aku tidak memberi tahukan kepulangan pada siapa pun. Lagi pula aku kehilangan kontaknya selama beberapa tahun ini. Sudahlah. Untuk apa dipikirkan. Bisa melihat dia lagi hari ini adalah sebuah keberuntungan. Ternyata Tuhan masih begitu menyayangiku. Perih kurasakan pada kepingan hati saat menemukan tatapan tak suka

