Maaf, setelah engkau bisa membaca surat ini, Mama tidak lagi bisa menemani hari-harimu. Biarkan Mama Amira yang menggantikan Mama. Ma yakin dia lebih baik dari pada. Seharusnya saat ini usiamu dua belas tahun, sudah cukup besar dan siap membaca surat Mama. Sampaikan ucapan terima kasih Mama untuk Mama Amira karena telah menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan surat ini untuk Anggara, Putraku. *** Aku menarik napas panjang kemudian mengembuskannya. Jadi, surat ini masih di simpan Mama hingga sekarang–sampai Angga menemukannya sendiri. Kenapa Mama merahasiakannya dari Angga. Padahal jika Mama mengikuti intruksi ibunya Angga–sesuai isi suratnya–memberikan pada Angga saat usia dua belas tahun, aku yakin Angga akan selalu bersikap baik pada Mama. Layaknya ibu dan anak yang saling mengasi

