‘Astaga! Dari mana Papi tahu, kalau aku sudah mengajukan cerai dengan Kris?’ batin Monica. Ia berjalan menuju pintu kamar dan membukanya. Begitu dibuka ia langsung saja berhadapan dengan Papinya yang berkacak pinggang dan mata melotot. Papi Monica memperlihatkan sebuah gambar yang menunjukkan Monica sedang berbaring di tempat tidur, dengan penampilan, seperti pertama kali mereka lihat. Hanya saja, keadaan Monica pada potret itu jauh lebih berantakkan. Bapak Kris menepuk pelan pundak Papi Monica dan mengajaknya untuk berbicara, sambil duduk. Kasihan Monica yang belum pulih 100 persen. Papi Monica menurut ia duduk di sofa ruang tengah, begitu juga dengan Monica dan anggota keluarga yang lainnya. “Sekarang jelaskan kepada kami semua, apa maksudmu dengan mengatakan, kalau Kris sudah memb

