“Aku benar kan, Kak?” Keina mencecar Awan. Pertama kalinya, tatapan Keina yang biasanya ceria berubah nyalang. Dia terus menuntut penjelasan dari Awan. “Hal kerjaan oke, aku maklum Kakak nggak bisa cerita. Anggaplah itu rahasia pekerjaan, aku juga nggak pernah cerita detail pekerjaanku gimana. Tapi ini, ini bukan tentang pekerjaan. Tentang kita, Kak.” Napas Keina memburu. “Dari tadi Kakak diam. Aku bisa ambil kesimpulan bahwa itu benar kan?” Keina mengatur napas sembari menunggu Awan yang masih terdiam. Dia mencari kebohongan dugaannya dalam gelagat pria yang duduk mematung di sampingnya. Gadis itu akhirnya tidak sabar karena Awan tidak kunjung membuka suara. “Kakak selingkuh kan sama dia?” “Kei!” “Lalu apa? Dia malam-malam datang ke apartemen Kakak, Kakak ajak masuk ke dalam sambil

