Chapter 13. Suara Hati Sadewa 5B

1162 Kata

“Mas Dewa, kamu tau nggak? Kafe ini viral banget di sosmed!” Aku melirik ke arah Selina yang sibuk menunjuk ke segala arah begitu kami duduk di kursi ayunan yang digantung dengan tali rami. Ruangan kafe ini penuh tanaman rambat buatan, dindingnya dihiasi bunga imitasi warna pastel, dan di sudut ada beberapa aquarium berisi ikan kecil dengan lampu-lampu kuning menggantung di atasnya. “Lucu, kan?” lanjutnya sambil mengayun pelan kursinya hingga rambutnya ikut bergoyang. Aku mengangguk. “Lucu buat anak TK.” "Mas ini nggak punya selera estetika, ya?" Dia mengerutkan bibirnya. "Banyak yang bilang tempat ini romantis, makanya aku bawa Mas ke sini." “Romantis?” Aku mendengus. “Nggak ada yang romantis dari tempat yang bahkan kursinya bisa patah kapan aja kalau didudukin sama orang dewasa berb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN