Urusan Keluarga

1094 Kata

“Aku tahu kamu kuat, Nay. Tapi nggak semua orang seberuntung kamu bisa tetap waras di tengah badai.” Nayara tersenyum miris. “Kuat? Aku bahkan nggak tahu apa yang masih bisa kupertahankan.” Mahesa berhenti di lampu merah, lalu menoleh padanya. Tatapan matanya penuh iba—atau setidaknya tampak begitu. “Kalau kamu butuh seseorang buat dengerin, aku selalu ada, Nay. Aku nggak akan ngehakimin.” Beberapa detik mereka saling tatap. Hujan di luar jatuh makin deras, suara petir menggema jauh di langit barat. Mahesa perlahan mengulurkan tangannya dan menyentuh punggung tangan Nayara yang dingin. “Nay ….” Suaranya nyaris berbisik, “kamu nggak sendirian.” Nayara sempat ingin menarik tangannya, tapi genggaman Mahesa terasa hangat—dan entah kenapa, untuk sesaat, rasa hangat itu justru membuatnya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN