Saran Beracun

1127 Kata

Mahesa bersandar ke kursinya, menghela napas panjang seperti seseorang yang baru saja menerima kabar buruk yang tak diinginkannya. “Arga …,” ucapnya perlahan, “ini serius banget. Kamu yakin anak itu memang—” Arga menatap tajam, memotong cepat. “Mas, jangan lanjutkan kalimat itu. Aku nggak mau bahas siapa ayahnya. Yang jelas Shanaya bilang dia hamil, dan sekarang aku nggak tahu harus gimana.” Mahesa menunduk sedikit, pura-pura berpikir. Padahal pikirannya sedang menyusun langkah berikutnya dengan tenang. Ia tahu inilah kesempatan untuk menanam benih kehancuran berikutnya. “Kalau gitu,” katanya hati-hati, “kamu harus ambil keputusan yang cepat dan tegas.” “Keputusan apa?” tanya Arga, nada suaranya tajam tapi goyah. Mahesa menatapnya lurus. “Tanggung jawab, Ga. Kalau Shanaya memang hami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN