CHAPTER 24

2249 Kata

“Saya sudah menyetujui bahwa pertunangan antara kedua anak kita akan dipercepat,” ucap Dirgantara dalam ruang makan itu. Benard beserta istrinya—yang menjadi calon besan pun tertawa kecil—pertanda bahagia dan penerimaan yang baik untuk mereka semua. Perempuan muda yang bernama Bianca Benard itu pun tersenyum jengah sambil melirik ke arah Marko. Ekspresinya terbaca, bahwa ia bahagia bukan main karena berita pertunangannya dengan pria tampan di depannya itu akan segera terlaksana. Lain hal dengan yang dirasakan oleh Marko. Kini ia betul-betul menyesal telah menyetujui perjodohan ini beberapa tahun silam, tetapi nasi telah menjadi bubur. Saat itu, Marko berpikir untuk menikah demi kepentingan bisnis semata. Dulu dirinya yang tak pernah percaya akan cinta, cinta hanya bisa membuatnya kecewa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN