Mereka tiba di kediaman Hendra, Marko juga ikut bergabung di sana. Mereka menikmati makan siang di rumah Hendra. Setelah selesai dengan makan siangnya, mereka mengobrol ringan dalam ruang keluarga. “Nak Marko bagaimana dengan acara pertunangan kalian?” tanya Hendra. Ia ingin mendengarkan pendapatan Marko tentang pertunangan anaknya dengan pria tersebut, apakah akan segera dilangsungkan atau akan ditunda beberapa saat. “Yah, sepertinya jangan terlalu terburu-buru Yah,” ucap Tia. Semua orang yang berada di sana sontak melihat ke arah putri bungsu itu. “Mengapa?” tanya Hendra kepada anaknya. “Aku belum siap jika acara pertunangannya diadakan besok atau lusa …” ucap Tia sambil menunduk. Semua orang di sana tertawa mendengar jawaban Tia. “Ya, bukan berarti besok Tia,” ucap Zaky sambil tert

