CHAPTER 23

1189 Kata

Tak terasa detik jam terus berputar menemani kesendirian sang rembulan yang selalu memberi kenyamanan. Kedua sejoli itu kembali ke villa untuk membenamkan diri di kasur mereka masing-masing dan terlelap dalam dinginnya malam. Twilight dalam gelap sudah berakhir. Sang fajar yang dingin menusuk kulit pun berlalu, dedaunan berdesir menari menanti hadirnya arunika. Wanita muda itu keluar dari kamarnya—meregangkan lengannya sambil melihat langit fajar dari beranda villa. "Tia kamu sudah bangun?" tanya Marko yang juga baru keluar dari kamarnya. "Sudah kak," jawab Tia. "Ayo kita ke pantai menikmati sunrise," ajak Marko. Berjalan beriringan menapaki bulir-bulir pasir pantai, berjalan santai di pagi hari tanpa alas kaki, deburan ombak dalam hening berlarian ke pasir pantai menanti kedatangan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN