Hati yang berdebar merasa waswas akan penolakan dari sang kekasih. Namun, sebagai pria sejati, jangankan menaklukkan hati perempuan, menyeberangi lautan pun akan dilakoni, begitulah kata pepatah. Maka Marko pun tak menghiraukan apa pun keadaannya nanti yang penting ia kembali mendapatkan hati sang kekasih menjadi miliknya. Marko meminggirkan mobilnya di depan rumah gedung yang bertingkat itu. Satu-satunya rumah bercat tosca pada kompleks perumahan elit tersebut. Security membukakan gerbang untuk Marko. Tentu para security sudah mengenal bahwa pemuda itu adalah sahabat dari majikan mereka. Marko mengetuk pintu rumah Tia, ia dibukakan pintu dan disambut oleh asisten rumah tangga Tia. Bi Neni mempersilakan Marko untuk masuk dan duduk di ruang tamu. "Maaf Bi, Tia-nya ada?" tanya Marko kepad

