Malam itu, Asih bangun lebih dulu. Ia meninggalkan tubuh lelah suaminya begitu saja di atas tempat tidur. Asih merasa, apa yang terjadi di antara mereka, sudah lebih dari cukup. Di lain waktu, tidak ada kata menurut lagi. Ia akan mencari cara agar bisa mengendalikan suaminya. Laki-laki jika kemauannya dituruti terus, bisa-bisa tidak akan menghargai pemberian istri. Mungkin Jarvis pikir, Asih gampang dikendalikan. Nyatanya, gadis itu lebih pintar dari penampilannya yang kampungan. Segera setelah mandi dan mengambil baju baru dari dalam koper, Asih langsung menyisir rambut. Ia memanut wajahnya begitu lama di depan cermin lalu akhirnya memutuskan memakai syal untuk menutupi bekas merah di sekujur lehernya. Ucapan Jarvis kembali tergiang, tentang harga yang harus ia bayar untuk menjadi Nyony

