Asih jauh lebih tenang setelah kedatangan dokter. Meski melihat Jarvis dengan tatapan tidak nyaman, tapi gadis itu tidak sehisteris tadi. Bahkan ia dipasang infus baru tanpa perlawanan. "Apa ada yang salah denganku?" gumam Jarvis pada Ayahnya kesal. Ia berharap Asih tengah bersandiwara. "Jangan melakukan apapun, lebih baik kita di luar saja seperti kata dokter tadi," kata Pak Januar mengusap bahu anaknya, berusaha menenangkan. Ia merasa bersalah karena tidak menceritakan tentang Asih tepat waktu. Kalau sudah begini, hanya ada penyesalan dalam hati. Jarvis menghembuskan napas sesak lalu mengintip hati-hati pada jendela kamar ruang perawatan istrinya. Beberapa menit lalu, semua orang disuruh keluar dan hanya suster dan dokter di dalam. Setengah jam kemudian, dokter akhirnya keluar setela

