28 Mei 2019 Degup jantungku tak hentinya memompa darah lebih cepat dari biasanya. Bahkan rasanya ada sesuatu yang buruk bakal terjadi. Meski aku berusaha untuk berdoa maupun mengalihkan perhatianku tetap saja perasaan tak enak itu masih menggerayangi diriku. Seusai melakukan operan jaga ke dinas sore. Cepat-cepat aku pulang ke rumah. Malam ini bukan malam seperti sebelumnya. Malam ini bakal menjadi penentuan tuk terakhir kalinya. Ardan akan ke rumah untuk berbicara kembali dengan kedua orang tuaku. Kutatap langit sore yang masih menampakkan jejak oranye dengan langit yang masih biru. Kupejamkan mata sambil berdoa semoga ada jalan yang terbaik. Jika memang hasilnya masih sama ... aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Menyerah atau nekat. Kuambil ponselku dalam tas tuk melihat pesan terak

