Agustin membuka matanya, dan hal pertama yang dia lihat adalah ruangan berwarna putih tulang. "Lo udah bangun Gus!" pekik Niko yang sedang duduk di sampingnya dengan girang. "Gue di mana ko?" "Lo di UKS sekolahan kita." "Kok bisa? Awww...!" Agustin tiba-tiba merasakan sakit di tengkuknya. Niko yang melihat itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum bodoh, "Maaf ya Gus, tadi gue mukul tengkuk lo biar lo pingsan, dan kayaknya gue kekencengan mukul nya." BAM ...! Sebuah lemparan bantal dengan sukses mendarat di wajah Niko. "Jadi lo yang bikin tengkuk gue sakit?!" delik Agustin. "Y-ya ya maaf Gus, lagian gue udah buntu. Gue ngga punya cara lain lagi tadi. Yang ada di otak gue cuman gimana caranya agar mereka ngga muncul, makanya tanpa pikir panjang gue langsun

