Ruang Presdir.
Aero menatap berkas yang Starla sodorkan kepadanya. Dia membacanya dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
Tampang lurus, reaksi datar, wujud dingin, sikap arogan. Sial! Kenapa Ivo meninggalkan dirinya dengan makhluk seperti ini? Starla hampir saja berteriak dengan melepas sepatu kemudian melemparkannya pada figur menyebalkan yang duduk dengan santainya di balik meja kerja tanpa peduli dengannya yang sudah berdiri hampir lima belas menit.
Sebenarnya, kalau ada niat, membaca berkas setipis itu, hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, tidak perlu sampai bermenit menit, berjam jam, berhari hari, berMinggu Minggu, berbulan bulan, apalagi bertahun tahun.
Entahlah.. mungkin pemimpin RC yang satu ini berasal dari planet lain sampai tidak bisa melihat manusia biasa seperti dirinya juga memiliki toleransi dan batas kesabaran.
Starla mengepalkan tangan, kalau tidak ingat dia perlu hidup dan membutuhkan pekerjaan, dia sudah melempar kursi pada orang maha hebat namun t***l attitude seperti Aero. Seketika kata 'Tuan' yang semula Starla lafalkan dalam hati, hilang entah kemana. Berganti dengan Aero Scooby Doo yang layak di tenggelamkan.
"IQ, cukup. EQ, lumayan. Kepribadian, baik. Keterampilan, okey. Pendidikan, bagus. Nilai, tinggi. Secara keseluruhan.. tidak buruk." Aero meletakan berkas itu di atas meja dengan keras sampai terdengar bunyi PLAAK.
Starla terperanjat. Dia menunggu selama lima belas menit dan jawaban setelahnya hanya itu? Kalau di hitung secara keseluruhan, mengeluarkan pendapat dengan gaya bicara secepat itu hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari dua detik.
Boy, itu benar benar tidak lebih dari dua detik.
Astaga! Starla merasa akan gila kalau di hadapkan situasi seperti ini lebih lama lagi. Bastian adalah figur paling menyebalkan menurutnya, namun saat menjelajah lebih jauh ke kedalaman Jerman, ada yang lebih parah dari Bastian, dan sosok itu tidak lain tidak bukan adalah Aero Scooby Doo yang maha hebat ini.
Aero menopang dagu dengan siku yang bertumpu pada meja. Posturnya yang tegap dan tinggi, sangat cocok saat mengenakan kemeja berwarna putih dengan dasi motif garis garis.
Pembawaan Aero yang dingin juga membuat dirinya pantas menyandang gelar sebagai manusia kejam yang gemar menyiksa dan menyulitkan para pegawainya yang tidak berdosa.
Apalah mau di kata. Seperti ini adanya Aero. Keras, bermartabat, beradab, namun sulit di imbangi. Selain Aruna dan Ivo, nampaknya belum ada yang orang yang bisa bertahan lebih dari tiga hari saat di sandingkan dengan Aero yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.
Mata bermanik cokelat milik Aero fokus menyelidiki Starla dari ujung kaki sampai ujung kepala. Layaknya seorang psikopat, semua tak luput dari perhatiannya. Seperti sedang menilai harga, ginjal seharga sekian puluh juta, jantung seharga sekian puluh juta, mata seharga sekian puluh juta, kalau di total harga keseluruhan organ yang bisa di jual adalah sekian ratus juta.
Starla bergidik ngeri. Orang ini benar benar luar biasa menjengkelkan. Dia yang di tatap seperti itu, merasa terancam. Dia belum pernah menghadapi Bos yang gila seperti ini sebelumnya. Jadi dia tidak memiliki kiat kiat atau jurus jitu untuk menaklukkannya.
"Penampilan, kepercayaan diri, dan kecerdasan, sepertinya cocok. Hanya saja.." Aero sedikit menambahkan, namun seperti tidak ada niat, dia memotong ucapannya. Sengaja untuk mempersulit orang lain.
Starla yang sudah menenangkan hati, tidak mau tau, tidak peduli, tidak ada urusan, tidak mau menanggapi, tidak mau ambil pusing, tidak mau bertanya ataupun mencoba mencari tau. Baginya.. semua itu omong kosong.
'Uang oh uang.. kenapa dirimu begitu sulit untuk di gapai?' Starla mengeluh di dalam hati. Mencari uang tidak pernah sesulit ini sebelumnya, tapi kenapa harus sekarang? Kenapa saat usianya semakin tua, nasibnya seperti di jungkir balikan dan tidak di hargai?
Peri bersisi baik dari Starla muncul di sebelah telinga kanannya. 'Sebenarnya, itu tidak ada hubungannya. Hanya masalah waktu dan kembali lagi pada proses. Sebelumnya kamu merasa mencari uang tidak sulit adalah karena kamu masih muda, masih memiliki stok kesabaran yang melimpah, sedangkan sekarang.. semakin tua usia seseorang, semakin rentan juga menderita penyakit kronis seperti kehilangan kepercayaan diri.'
Selesai Peri bersisi baik menjelaskan. Starla menganggukan kepala, dia sudah paham. Namun tiba tiba Peri bersisi jahat muncul di telinga sebelah kirinya dan mulai memberikan provokasi provokasi yang masuk akal.
'Omong kosong, Aero Scooby Doo adalah orang yang tamak, serakah, tidak mau rugi. Egois, mau menang sendiri, psikopat, suka menyiksa batin pegawai sampai depresi, sulit tidur, sulit bernafas, kepala pusing, perut mual, badan pegal, kulit gatal sampai akhirnya tinggal menyisakan kulit dan tulang. Aero pantas di musnahkan dari dunia. Aero pantas di lempar menggunakan kotoran dari orang orang yang teraniaya.' Peri bersisi jahat sangat hebat berbicara buruk. Namun Starla yang tidak mudah goyah, tidak mau mengambil resiko.
Menantang Aero sama dengan mencari mati. Dan nyawanya terlalu berharga untuk mati hari ini.
"Hanya saja, saya menyukai seseorang yang cepat tanggap, lincah, kompeten, disiplin, bergerak cepat, no lelet." Setelah sekian lama, akhirnya Aero melanjutkan ucapannya. Namun, dia menekankan setiap kata yang terlontar seperti sedang mengingatkan kalau dia tidak menyukai orang yang t***l dalam sikap, i***t dalam sifat, dan lelet dalam pekerjaan.
"Baik, Pak, saya mengerti." Ekspresi kesal Starla berubah ramah dalam sekejap. Sekali lagi, dia yang di depan Bastian seolah olah tidak membutuhkan uang, namun di belakang Bastian, dia adalah orang yang sangat membutuhkan dan mencintai uang.
"Kamu mantan Sekretarisnya Arka, bukan?"
"Iya, Pak. Saya mendampingi Tuan Arka selama dua tahun." Starla menjawab santun.
"Saya tau rekomendasi dari Arka tidak mungkin mengecewakan."
Mata Starla berbinar saat mendengar sedikit pujian dari si gila ini, anda benar, dan penilaian anda tidak salah. Starla bergembira dan menari nari di dalam hati.
"Tapi.."
Kata 'tapi' yang menyusul di belakangnya, membuat Starla down seketika. Dia sudah sedikit melambung dengan pujian kecil di awal, tapi kenapa harus ada kata 'tapi' lagi di belakangnya? Itu benar benar menghancurkan fantasi indah Starla yang sudah sempat dia pikirkan.
"Tapi tetap saja harus ada masa percobaan untuk melihat intensitas kamu dalam mengambil pekerjaan ini, seberapa dalam peran kamu dalam menangani pekerjaan ini juga harus saya nilai. Saya tidak akan sembarangan merekrut orang untuk menjadi orang kepercayaan saya. Terlebih, pekerjaan untuk Sekretaris Pribadi saya, tidaklah mudah. Kamu haruslah orang yang sehat secara mental dan fisik. Tidak boleh loyo, harus energik, harus kuat, harus tahan banting, harus bisa menjaga rahasia dan harus bisa membaca situasi kemudian mencari solusi, paham?"
Starla membisu. Pertama.. masa percobaan membuktikan kalau Aero tidak mempercayai Arka sepenuhnya. Artinya.. Aero sudah meremehkan Arka.
Kedua.. Starla bukanlah orang gila ataupun orang yang penyakitan. Dia sangat sehat entah itu secara mental ataupun fisik. Dia tidak memiliki penyakit kejiwaan ataupun penyakit kronis.
Ketiga.. tidak boleh loyo, harus energik, harus kuat, tahan banting, peraturan macam apa itu? Apa dia salah masuk perusahaan? Sebelumnya Arka mengatakan kalau dia di kirim ke Jerman untuk menjadi Sekretaris pribadi, bukannya menjadi Tentara Militer Jerman. Kenapa semuanya kacau?
Apa menjadi Sekretaris perlu memanjat dinding, perlu melompat dari atap gedung, perlu menarik mobil, perlu mengangkat meja, perlu memecahkan batu bata menggunakan tangan kosong, perlu melewati lingkaran api? Apa menjadi Sekretaris harus memiliki kemampuan super layaknya Superhero?
Keempat.. bisa di percaya untuk menjaga rahasia, bisa membaca situasi dan mencari solusinya, it's me. Itu baru peraturan yang benar, normal dan berbobot. Tidak melanggar etika dan moral, tidak melanggar hukum, tidak melanggar pasal yang berlaku, dan tidak melanggar hati nurani Starla sendiri. God job.
"Bagaimana pandangan kamu berdasarkan apa yang saya katakan? Apa itu sulit, apa itu mustahil, apa kamu mampu, atau kamu tidak bisa, semua terserah kamu." Aero tidak memberikan kelonggaran ataupun kesempatan untuk Starla memilih. Ucapannya bermakna.. kalau mampu, boleh di coba. Kalau tidak mampu, silahkan mundur!
"Saya akan berusaha semampu saya untuk tidak membuat anda kecewa. Saya adalah orang yang gigih dan pekerja keras. Saya menyukai tantangan baru, saya menyukai progres kerja yang tertata, yang tidak melanggar norma dan tidak melanggar hak asasi manusia. Saya akan mengupayakan yang terbaik asal pekerjaan itu layak untuk di upayakan." Starla tidak tau apa yang dia katakan, dia bahkan merasa mulutnya mengoceh tidak jelas ujung pangkalnya secara otomatis tanpa dia sadari.
"Baiklah. Saya akan memantau pekerjaan kamu dalam kendali Ivo selama masa percobaan. Hanya tiga bulan, dan selama itu gaji akan di kirim langsung ke akun bank kamu senilai 2500 Euro untuk setiap satu bulannya, dan setelah kamu lolos masa uji coba, gaji kamu akan di naikan menjadi 3000 Euro dengan berbagai macam tunjangan dari perusahaan." Aero menjelaskan sedikit tentang isi kontrak yang nanti akan di tanda tangani kalau pihak kedua menyetujui segala macam persyaratan yang di ajukan perusahaan.
2500 Euro di awal masa percobaan, sebenarnya cukup. Meski otak Starla akan di peras dan hatinya di tikam, namun 3000 Euro di akhir belum termasuk tunjangan adalah lumayan. Satu bulan ini, mungkin dia tidak memerlukan biaya karena masih di tanggung Bastian sepenuhnya, namun bulan berikutnya saat dia menerima gaji, dia akan mencari Apartemen dan tinggal sendiri.
Kalau di hitung secara kasar, biaya sewa Apartemen, biaya makan, biaya transportasi, dan biaya lain lain dalam satu bulan, harus sekitar 1500 Euro, boleh kurang tapi tidak boleh lebih. Dia tidak akan membeli pakaian atau membeli sesuatu yang tidak penting. Dia akan berhemat dan menekan pengeluaran sehemat mungkin.
Memikirkan harus tinggal dengan Bastian yang separuh gila, membuatnya jengah. Dia ingin secepatnya keluar dari tempat sialan itu. Dan cara satu satunya adalah dengan menerima penawaran dari Aero.
Tidak perlu memikirkannya lagi, Starla mengangguk tanpa ragu. "Baik, saya setuju."
"Karena kamu sudah setuju, silahkan tanda tangani kontrak kerja untuk tiga bulan, ini akan di perpanjang dengan kontrak yang baru setelah kamu lolos masa uji coba. Silahkan di lihat dan di tanda tangani!" Aero mengeluarkan sebuah surat perjanjian kerja dari dalam laci yang hanya berupa dua lembar kertas. Dia menyodorkannya kepada Starla.
Starla menelan ludah dengan susah payah, firasatnya berkata ini bukan sesuatu yang baik. Dan setelah membaca Surat Perjanjian Kerja dari awal sampai akhir, dia benar benar di buat terkejut sampai jiwanya menghilang. Ini.. sebenarnya adalah.. perjanjian p********n.