FORELSKET~23

1241 Kata

Savalas berjalan keluar rumah sakit dengan terburu - buru bahkan para perawat yang melihatnya mencoba menghentikannya dan menyarankannya untuk mendapatkan perawatan pada dahinya yang terluka itu hanya di abaikan oleh Savas sendiri. Gemuruh dalam hatinya berkobar dengan begitu keras, terlihat sangat jelas jika wajahnya sudah sangat memerah bukan karena rasa sakit yang di rasaknnya melainkan amarah dalam dirinya yang menggumpal menjadi satu dan tidak dapat di keluarkan olehnya. Mengabaikan banyak tatapan bertanya - tanya dari orang sekitar yang melihatnya dengan cepat dibukanya pintu mobil saat tetesan darah pada sebelah wajahnya sudah menghalangi penglihatannya, membuat Savalas hanya bisa melihat menggunakan sebelah matanya saja. Baru saja pintu mobil yang dibukanya sedikit itu terbuka d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN